Pada tanggal 25 Agustus 2024, tim dosen dan mahasiswa dari Universitas Pamulang melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Kampung Cirompang, RT 002 RW 003, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan. Kegiatan ini mengusung tema “Inovasi dan Kreativitas dalam Mengubah Barang Bekas Menjadi Produk Bernilai”.
Tim PKM terdiri dari: Pak Wahyudi, Pak Mukhlis Catio, Heri Kurniawan Saputra, Cahyadi Ayepan Saefillah, Abdul Hamid Al Farizin, Ihsan Rukmana, dan Kinanti Syaharani Baiq. Mereka hadir untuk berbagi ilmu dan pengalaman dalam mengelola sampah agar bisa menjadi peluang ekonomi baru bagi warga.
Tujuan Kegiatan PKM
Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman sekaligus keterampilan praktis kepada masyarakat tentang bagaimana mengolah barang bekas menjadi produk bernilai. Tidak hanya fokus pada proses daur ulang, tetapi juga mencakup manajemen usaha kecil, pengelolaan keuangan, hingga strategi pemasaran sederhana.
Kegiatan diawali dengan survei kecil untuk mengetahui sejauh mana pemahaman warga mengenai pengelolaan sampah. Hasilnya, banyak warga yang belum sepenuhnya sadar bahwa barang bekas bisa disulap menjadi barang bermanfaat bahkan bernilai jual.
Melihat kondisi tersebut, tim PKM kemudian memberikan pelatihan secara langsung. Warga diajak memanfaatkan barang-barang bekas seperti plastik, botol, dan kardus untuk dijadikan kerajinan tangan. Beberapa contoh produk yang dibuat antara lain tas, dompet, hingga hiasan rumah.
Selain praktik, warga juga mendapat materi tambahan tentang cara mengatur keuangan usaha, pentingnya manajemen sederhana, serta bagaimana memasarkan produk baik di lingkungan sekitar maupun melalui media sosial.
Pelatihan ini membawa suasana baru bagi warga Kampung Cirompang. Mereka semakin sadar bahwa sampah bukan hanya masalah, tetapi juga bisa menjadi sumber peluang. Dengan kreativitas, barang bekas bisa diubah menjadi produk yang bermanfaat sekaligus menghasilkan tambahan pendapatan.
Selain menambah keterampilan, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran lingkungan. Warga mulai memahami pentingnya mengelola sampah dengan cara yang lebih kreatif agar tidak menumpuk dan mencemari lingkungan.
Kegiatan PKM di Kampung Cirompang berjalan lancar dan memberi manfaat nyata. Namun, tentu saja masih dibutuhkan pendampingan lanjutan. Misalnya untuk memperkuat keterampilan warga, memperluas jaringan pemasaran, hingga menjalin kerja sama dengan pihak swasta maupun pemerintah daerah.
Dengan dukungan yang berkelanjutan, Bank Sampah dan usaha kreatif warga diharapkan bisa berkembang lebih jauh. Bukan hanya membantu mengurangi sampah, tapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kampung Cirompang.
Cek postingan lainnya di sini!

